Identifikasi Potensi Bahaya Bawah Tanah

PEKERJAAN PEMBORAN DAN PENGGALIAN TANAH MERUPAKAN PEKERJAAN BERISIKO LEBIH KHAS DIBANDING KEBANYAKAN AKTIFITAS YANG DILAKUKAN DI ATAS PERMUKAAN TANAH. RISIKO DI BAWAH PERMUKAAN TANAH JUSTRU LEBIH KOMPLEKS SERTA MENUNTUT PERHATIAN LEBIH SERIUS

Katiga

Selain risiko yang berasal dari kondisi di atas permukaan tanah, pekerjaan ini juga dibayangi risiko yang ada di bawah permukaan tanah.Jika risiko yang berada di sekeliling area kerja dapat diidentifikasi dan ditangani dengan pasti, maka risiko yang tersembunyi di bawah permukaan tanah memerlukan identifikasi yang lebih spesifik.

Umumnya pekerjaan yang membutuhkan pemboran atau penggalian tanah seringkali berupa pekerjaan pondasi bangunan, pembuatan sumur, penyelidikan tanah, hingga pemasangan, pembongkaran atau perawatan utilitas bawah tanah seperti jaringan listrik, telekomunikasi atau saluran drainase.

Bagi pembaca yang tinggal di Jakarta, boleh jadi pekerjaan penggalian dan pemboran tanah akan jadi hal yang akan sering dijumpai dalam waktu dekat. Seperti dikutip dari Kompas edisi Rabu, 9 Oktober 2013, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan normalisasi saluran air untuk mengurangi potensi banjir, termasuk saluran drainase yang berlokasi di pinggir jalan. Tercatat sekitar 171 saluran. Baca Selengkapnya