Menunggu Gerakan Besar K3

MENGEDEPANKAN NILAI-NILAI LUHUR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) RUPANYA MASIH MEMERLUKAN WAKTU. SELALU SAJA MUNCUL PERTANYAAN, KAPAN HAK SELAMAT DAN SEHAT PARA PEKERJA SECARA IDEAL TERPENUHI. KENDATI BERBAGAI FORUM DISKUSI, SEMINAR, PELATIHAN DALAM SKALA NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL KERAP DIGELAR, TOH KECELAKAAN KERJA MASIH TERGOLONG TINGGI.

Katiga

K3 memberi makna pada upaya para stake holder dalam mencegah diri sendiri dan orang lain terhindar dari kecelakaan, baik dalam aktifitas kerja di lingkungan kantor, rumah, jalan maupun lingkungan sekitar. Kalau kita urai, misalnya di kantor atau tempat kerja siapa yang bertanggung jawab, yang muncul di benak kita adalah diri kita dan orang-orang di sekitar kita yaitu pemilik perusahaan dan rekan sekerja.

Sebab, diri sendiri dan orang lain juga sebagai faktor penyebab timbulnya kecelakaan dan sakit. Begitu juga di lingkungan rumah maupun di jalan. Artinya, sekalipun kita sudah berusaha berperilaku selamat dan sehat, jika orang lain berperilaku tidak aman dan tidak sehat, keselamatan dan kesehatan kita pun tidak terjamin seratus persen. Mind set seseorang harus diarahkan pada bagaimana orang lain juga dilibatkan dalam upaya penyadaran dan pemahaman K3. Setelah seseorang mampu menerapkan K3 dalam keseharian, harus juga berupaya membuat orang lain tahu, mengerti, paham dan mampu menerapkannya. Begitu seterusnya sehingga orang selalu menjadi “agen K3” untuk diri sendiri dan orang lain di sekitar. Baca Selengkapnya.