MANAJEMEN: PSM pada Industri Kimia dan Proses Hidrokarbon

SMK3 NOSA Katiga

BERMACAM SISTEM MANAJAMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DITERAPKAN OLEH INDUSTRI MENURUT KESESUAIAN BIDANG USAHANYA. SEPERTI SMK3 BERBASIS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 50 TAHUN 2012, OHSAS 18001, INTERNATIONAL SAFETY RATING SYSTEM, ISM CODE UNTUK OPERASI BIDANG MARITIM, NOSA LEBIH DIKENAL DI PERTAMBANGAN, DLL.

Khusus pada perusahaan yang melaksanakan pekerjaan proses, seperti pabrik kimia, pupuk, kilang minyak dan gas bumi, fasilitas produksi mengandung hidrokarbon sangat direkomendasikan untuk mengaplikasikan Process Safety Management (PSM).

Bila ditarik ke belakang, penerapan PSM menjadi keharusan sebagai tindak lanjut kasus insiden disaster, seperti kejadian Bopal India tahun 1984 yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, Mexico City, Mexico/LPG release tahun 1984 menewaskan 650 orang, Pasadena, Texas tahun 1989 dengan kematian 24 orang dan cedera serius 132 orang, serta insiden lain yang terjadi di beberapa negara.

Bagaimana PSM di Indonesia? Sesungguhnya, bahaya dan risiko proses yang mempunyai konsekuensi negatif terhadap keselamatan, kesehatan dan lingkungan dari pabrik yang ada, seperti Petrowidada, Petro Kimia Gresik, Kilang Cilacap, Pabrik Kertas Ciwi dan lain-lain yang membawa korban manusia, kerusakan aset dan pencemaran lingkungan yang serius dapat dikurangi apabila Perusahaan menerapkan PSM secara total. Baca Selanjutnya.