KEBAKARAN : 19 Kerugian Akibat Kebakaran

Kebakaran Web 55

KEBAKARAN MERUPAKAN BENCANA YANG SERING TERJADI. HAMPIR SETIAP HARI BERITA KEJADIAN KEBAKARAN HADIR DI KOTA INDONESIA, DEMIKIAN JUGA DI LUAR NEGERI. MASYARAKAT MENGANGGAP KEJADIAN KEBAKARAN SEAKAN BUKAN HAL LUAR BIASA, TIDAK SEPERTI GEMPA BUMI, ANGIN PUTING BELIUNG, LONGSOR ATAU BENCANA KECELAKAAN JATUHNYA PESAWAT AIR ASIA QZ8051 PADA 28 DESEMBER 2014, YANG MENARIK PERHATIAN MASYARAKAT DALAM DAN LUAR NEGERI.

Kebakaran tidak akan pernah hilang dari muka bumi dan akan terus terjadi selama tersedia 3 unsur dasar terjadi api kebakaran yaitu oksigen, bahan terbakar dan panas. Masyarakat selama ini hanya mengenal kerugian akibat bencana kebakaran adalah kerugian harta benda, korban luka cacat, hilangnya nyawa dan menyisakan puing hitam.

Hasil penelitian NFPA (National Fire Protection Association) Amerika Serikat menyebutkan, terdapat 19 jenis kerugian akibat kebakaran yang perlu dipahami masyarakat terutama bagi pebisnis dan perusahaan. 19 kerugian akibat kebakaran tersebut yaitu: (1) Hilangnya konsumen/pelanggan, (2) Kerugian atas hasil investasi ROI (Return Of Invesment), (3) Kerugian atas profit, (4) Hilangnya kepercayaan investor, (5) Hilangnya kredit standing, (6) Hilangnya goodwill konsumen, (7) Hilangnya tenaga kunci (key person) selama perusahaan tutup, (8) Tak adanya jasa produktif tenaga kunci pada saat perusahaan tutup, (9) Pembiyayaan tena­ga kunci pada saat perusahaan tutup, (10) Biaya kompensasi yang berlebihan akibat overtime dan ketidakmampuan membeli pada saat yang justru menguntungkan bagi pembeli, (11) Biaya pembongkaran puing, (12) Biaya penggantian bangunan peralatan yang didepresiasikan dengan fasilitas baru, (13) Biaya tetap yang berkepanjangan selama tutup, (14) Biaya sewa tempat kerja darurat, (15) Hilangnya berkas penting, gudang EDP (pengolahan data), rusaknya salah satu cetakan atau barang yang tidak dapat diganti atau yang dapat diganti dengan biaya besar dan mahal, (16) Hilangnya Earning Power (daya hasil) pada hak patent & merk dagang, (17) Hilangnya nilai iklan terdahulu, (18) Ketidakmampuan mengatasi berbagai macam klaim yang tidak wajar akibat hilangnya berkas, (19) Tidak ada pemasukan dari sewa ruangan.

Baca Selanjutnya