PENGAWASAN : K3 'NAIK PANGKAT' DI DIREKTORAT JENDERAL

PENGAWASAN 56SETELAH KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI BERUBAH NAMA MENJADI KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN, MASYARAKAT K3 BISA BERTEPUK DADA KARENA NAMA K3 DICANTUMKAN DI LEVEL DIREKTORAT JENDERAL DARI YANG SEBELUMNYA HANYA DI LEVEL DIREKTUR.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2015 tentang Kementerian Ketenagakerjaan yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 21 Januari 2015, organisasi Kementerian Tenaga Kerja terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas; c. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja; d. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrian dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; e. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dari Peraturan Presiden tersebut, direktorat yang membawahi K3 berganti nama menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3. Ini merupakan angin segar bagi para pelaku K3 di Indonesia. Kalau dibilang sebuah langkah, maka langkah ini mengalami kemajuan.Muji Web

Lebih jauh tentang perubahan ini, KATIGA bertandang ke A. Muji Handaya selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan lantai dua, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Pria asal Magelang yang saat ini juga sebagai Staf Ahli Kerjasama Internasional ditambah tugas-tugas lainnya ini cukup sibuk. “Sibuk tapi nggak kelihatan sibuknya,” selorohnya. Berikut nukilan bincang-bincang KATIGA dengan pehobi olahraga yang mengaku menjalani hidup ‘opo anane’ (apa adanya).

Apa dasar perubahan nama Direktorat Jenderal yang Anda pimpin sekarang dengan penambahan kata K3?

Rencana integrasi Pusat K3 ke direktorat jenderal sudah lama, karena memang berawal dari tidak adanya koordinasi yang efektif antara Ditjen dengan Pusat K3. Seperti kita ketahui bahwa sebelumnya Pusat K3 ada di bawah Sekertaris Jenderal. Jadi bisa dikatakan ini merupakan salah satu upaya untuk mengintegrasikan koordinasi yang lebih kuat.

Selain itu tujuannya adalah niat penguatan akselerasi K3 di masyarakat karena ketertinggalan masyarakat kita bidang K3 ini memang sudah jauh sekali. Jadi seperti yang sering saya katakan sebagai kendala kultural. Saat ini masyarakat baru mengenal K3 pada saat kita sudah “tua”. Kita memilki impian masyarakat Indonesia mengetahui K3 sejak dini yaitu di dunia pendidikan. Makanya nanti ada dua fungsi yang sama-sama kuat yaitu fungsi pembinaan dan promosi yang akan banyak dilakukan oleh Pusat K3 yang bergabung ini.

Jadi aktifitas promosi, pengembangan dan pembinaan nantinya akan banyak dilakukan oleh direktorat pembinaan K3 itu sendiri. Direktorat yang sudah ada lebih banyak melakukan fungsi eksekutifnya yaitu pemeriksaan, pendidikan, pengujian dan sebagainya. Pendekatan reward dan punishment akan tetap berjalan juga. Harapannya adalah agar usaha pengembangan dan implementasi K3 seperti promosi dan pembinaan berjalan semua. Dan dari sisi anggaran juga bertambah. Jadi intinya, organisasi berubah dan kinerjanya juga harus berubah.

Program baru apa yang akan dilakukan?

Kami akan melaksanakan tugas apa saja yang sudah disusun tahun lalu. Dan ke depan kami akan menata lagi fungsi-fungsinya, agar nantinya lebih tepat sasaran. Program yang melibatkan inisiatif masyarakat adalah dengan cara mendorong masyarakat berperan serta, contohnya program ‘Safety is my life’ yang segera akan kita laksananakan, acara car free day di sekitaran Bunderan Hotel Indonesia yang sebelumnya sudah di-launching. ‘Safety is my life’ adalah sebuah konsep yang lebih dikenal oleh masyarakat secara mandiri. Teknisnya nanti seperti academy award. Jadi semacam kompetisi yang dilakukan oleh mereka sendiri dan di lingkungan mereka sendiri. Kami juga akan menggerakkan media secara masif dan nantinya akan menjadi award yang berjalan secara terus-menerus. Tugas kementerian hanya menjaga agar substansinya benar. Jadi bagaimana pelaksanaan atau implementasinya kami tidak ikut campur, hanya mendorong saja.

Baca Selanjutnya