PERTAMBANGAN : Budayakan K3 Sektor Pertambangan

Pertambangan 56APALAH ARTINYA MOTTO ‘SAFETY FIRST’ YANG DIPASANG DI HAMPIR SETIAP SUDUT LOKASI TAMBANG JIKA ITU TIDAK DIMANIFESTASIKANNYA KE DALAM TINDAK NYATA. UNTUK ITULAH UPAYA PEMBUDAYAAN KESELAMATAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN SANGAT PENTING. BUKAN OLEH SEBAB MELIMPAHNYA LOKASI TAMBANG DI INDONESIA TETAPI FAKTOR MANUSIALAH YANG MENJADI TITIK TUMPU PEMBUDAYAAN KESELAMATAN ITU.

Tiga bulan lalu, tepatnya 30 Desember 2014, dunia Pertambangan Indonesia mendapat “hadiah tak ternilai” dengan terbitnya Permen ESDM No. 38 Tahun 2014 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, yang selanjutnya disebut SMKP Minerba.

Indonesia yang memiliki hasil tambang berlimpah, kini mempunyai Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan sendiri yang dirumuskan dan disusun oleh para putra-putri Indonesia. Terbitnya Permen SMKP Minerba tersebut mengakhiri penantian panjang akan adanya sistem keselamatan pertam­bangan yang mampu menyatukan berbagai sistem yang sudah diterapkan di berbagai perusahaan pertambangan dan melegakan para praktisi keselamat­an pertambangan dan penyusun SMKP Minerba.

Eko Gunarto, Dipl.Mech.E., MT., selaku Kasubdit Keselamatan Pertambangan Minerba, Direktorat Teknik dan Lingkungan Minerba, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM sangat optimis bahwa dengan terbitnya Permen ESDM No. 38 Tahun 2014  ini, akan membuat aspek keselamatan pertambangan di Indonesia semakin terstruktur dan membudaya.

Eko Gunarto mengatakan, peraturan itu bisa terbit berkat upaya bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan praktisi keselamatan pertambangan. “SMKP Minerba akan menjadi acuan perusahaan tambang dan jasa pertambangan dalam mengelola keselamatan dan kesehatan kerja serta keselamatan operasional,” katanya. SMKP Minerba menjadi satu-satunya standar di Indonesia yang harus dijadikan pedoman dalam mengelola keselamatan pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara, ajak ia.

Eko yang juga pengawas APKPI, organisasi yang didirikan untuk membantu anggota, perusahaan, dan pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi sumberdaya manusia serta aspek lain yang berkait dengan keselamatan pertambangan dan, Ir. Edy Saptono, Direktur Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) beserta jajaran pengurus, antara lain Alwahono, Ade Kurdiman, Sunarto, dan personil lainnya “beranjangsana” ke berbagai perusahaan tambang dengan mengemban misi, memperkenalkan dan mensosiali­sasikan SMKP Minerba tersebut. Memanfaatkan penyelenggaraan Bulan K3 Nasional 2015 yang dilaksanakan di berbagai perusahaan tambang, APKPI juga mencanangkan tahun ini sebagai tahun sosialisasi SMKP Minerba Indonesia.

Baca Selanjutnya