MANAJEMEN: Mewaspadai Hal Tak Terlihat

Web Manajemen 59SEPANJANG TAHUN 2015 MASIH ADA KEPRIHATINAN DIMANA KECELAKAAN KERJA MASIH TERJADI DI BERBAGAI SEKTOR USAHA DI INDONESIA. KECELAKAAN KERJA TERSEBUT BAHKAN SAMPAI BERAKIBAT MENINGGAL DUNIA, SEPERTI: JATUHNYA PESAWAT LIFT YANG TERJADI DI PERUSAHAAN, KORBAN BEBERAPA PEKERJA MENINGGAL DUNIA, KASUS KEBAKARAN DI PERUSAHAAN YANG JUGA MENIMBULKAN JUMLAH KORBAN YANG TIDAK SEDIKIT.

Data dari BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun 2015 mencatat telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 105.182 kasus dengan korban meninggal dunia 2.375 orang. Hal lain seperti yang tertuang dalam naskah sambutan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada hari Upacara Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional, 12 Januari yang lalu juga disebutkan bahwa kecelakaan yang terjadi tersebut harus menjadi pelajaran berharga dan harus dicegah agar tidak terulang kecelakaan yang sama. Selanjutnya, bagaimana upaya mencegah kecelakaan agar kecelakaan yang sama tidak terulang? Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai agar kecelakaan tidak terjadi.

Kecelakaan yang Terlihat

Upaya pencegahan kecelakaan dari hal yang terlihat, seperti membersihkan tumpahan air atau ceceran oli di lantai, memadamkan api di dapur akibat tabung gas meledak, memperbaiki isolasi kabel listrik yang terkelupas, dan sebagainya, adalah contoh tindakan pencegahan yang benar. Namun, hal tersebut belum cukup efektif untuk mencegah terulang kecelakaan yang sama di kemudian hari. Beberapa pandangan menyebutkan bahwa tindakan tersebut di atas merupakan perbaikan dalam sesaat, belum sampai kepada pencegahan kecelakaan untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.

Mewaspadai yang Tidak Terlihat

Perkembangan teori atau model kecelakaan membuka wawasan kita untuk dapat melihat pencegahan dari berbagai pandangan. Di antara beberapa teori/model kecelakaan tersebut adalah seperti yang disampaikan Heinrich (1931) tentang ‘accident sequences’ bahwa kecelakaan terjadi karena penyebab langsung berupa tindakan tidak aman atau kondisi tidak aman, yang disebabkan karena faktor manusia. Ia berpandangan penyebab kecelakaan saling berurutan (sequences), yang kemudian kita kenal dengan ‘Domino Theory’. Kemudian, Frank E. Bird (1976) mengembangkan teori tersebut. Ia berpandangan bahwa penyebab dasar dari kecelakaan karena lemahnya kendali dari manajemen. Baca Selanjutnya