PELATIHAN: Induksi K3 dengan Menghadirkan Hati

Pelatihan 59PELATIHAN INDUKSI K3 SANGAT PENTING SEBAGAI PROGRAM PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA STRATEGIS YANG HARUS DISELENGGARAKAN SECARA SERIUS. FASILITATOR PELATIHAN INDUKSI K3 HARUS MEMENUHI PERSYARATAN KOMPETENSI.

Tidak ada pekerja yang tidak tahu tentang induksi K3.  Semua orang yang bekerja di dunia industri terutama di industri pertambangan dipastikan telah mengikuti program pelatihan induksi K3 sebelum bisa mulai bekerja. Untuk perusahaan yang lebih maju, induksi K3 sudah diberlakukan juga kepada karyawan yang pindah dari satu bagian ke bagian yang lain dengan pertimbangan perbedaan risiko.

Karena sifat pelatihannya yang sangat mendasar dan pesertanya adalah karyawan baru, maka masih banyak pihak yang memandang sebelah mata terhadap program induksi K3. Pelatihan induksi K3 untuk karyawan baru dan karyawan transfer dianggap sebagai pelatihan kelas bawah yang kurang penting, sehingga penyelenggarannya cukup ditugaskan kepada insan K3 yang paling junior, tanpa ada persyaratan keterampilan dan pelatihan sama sekali. Belum banyak perusahaan yang mensyaratkan pelatihan tertentu kepada insan K3 yang ditugaskan untuk melaksanakan pelatihan induksi K3. Bagi kebanyakan insan K3, memfasilitasi pelatihan induksi K3 adalah merupakan pengalaman mengajar yang pertama, jauh sebelum ia bisa mengajar topik investigasi, inspeksi, JSA, dan sebagainya. Tugas menfasilitasi pelatihan induksi K3 pasti tercantum di job description insan K3 level junior, dan akan hilang bila insan K3 sudah naik ke level manajemen menengah dan puncak.

Tidak sedikit perusahaan yang melaksanakan pelatihan induksi K3 dibawakan oleh karyawan non staf atau lebih tepatnya diputarkan video oleh karyawan non staf. Dengan penyelenggaraan induksi K3 seperti ini maka hampir tidak ada proses interaksi dengan para peserta, atau andaikata ada pertanyaan dari peserta bisa dibayangkan apa yang bisa dijelaskan oleh insan K3   pa­ling junior apalagi oleh karyawan non staf. Nyata sekali bahwa sebagian besar dari pelaku industri belum memperlakukan induksi K3 sebagai program pencegahan kecelakaan strategis yang harus diselenggarakan secara serius. Fasilitator pelatihan indusksi K3 seharusnya memenuhi persyaratan kompetensi, menguasai unsur KSA (knowledge, skill dan attitude) yang diukur dengan post test berkualitas, serta ditetapkan angka kelulusan yang tinggi.

Baca Selanjutnya