BANDARA: 'AIRPORT GROW FASTER THROUGH SAFETY ACTS'

Bandara WEB 66SELASA, 13 FEBRUARI 2018, BERTEMPAT DI GEDUNG 600 BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA, TANGERANG, PT ANGKASA PURA II MENGGELAR SERANGKAIAN ACARA DALAM RANGKA PERINGATAN BULAN K3 NASIONAL 2018. ACARA MELIPUTI EXPO, TALK SHOW, LOMBA SEPERTI LOMBA CERDAS CERMAT, POSTER DAN CLEAN DESK DAY. ACARA DITUTUP DENGAN PENGHARGAAN.

Acara yang mengambil tema ‘Airport grow faster through safety acts’ ini dihadiri peserta dari 14 kantor cabang Angkasa Pura II dan mitra. Total peserta mencapai 150 an orang. Sehari sebelumnya atau tanggal 12 Februari 2018 di tempat yang sama juga diadakan acara Ramp Safety Campaign.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura II Djoko Muradmodjo mengatakan acara ini merupakan safety campaign (kampanye safety) yang dilakukan PT Angkasa Pura II dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional. “Pada dasarnya acara ini sebagai program reminder atau mengingatkan kembali kepada kita semua akan pentingnya budaya safety di penerbangan dan pentingnya K3 bagi kita semua agar semua orang aware terhadap safety,” ujar Djoko.

Djoko juga menjelaskan bahwa saat ini Angkasa Pura II juga memilki kader K3 yang dituntut untuk bisa setiap saat melakukan inspeksi keliling dan menularkan program K3. Ke depan Ramp Safety Campaign akan dilakukan dua kali setahun yang tadinya hanya satu kali setahun. “Melalui program ini diharapkan setiap insan di bandara khususnya dapat aware terhadap K3,” harapnya.

Maman Sutriaman Vice President of Corporate Safety Management PT Angkasa Pura II dalam sambutannya menjelaskan kegiatan ini dimaksudkan agar karyawan PT Angkasa Pura II me-refresh kembali ketentuan-ketentuan yang ada di dalam K3.

“Kita ingin melihat dan menilai sejauh mana implementasi K3 di kantor-kantor cabang sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kita juga ingin men-develop dan menumbuhkan awareness budaya K3 korporasi secara terus-menerus,” ungkap Maman.

Pada sesi acara talk show menghadirkan 3 orang pembicara, yaitu Ahmad Rifai, Senior Vice President Corporate Safety and Risk PT Angkasa II, Ridwan Mahzun, Ketua A2K3, dan Agustin Wahyu Ernawati, Kasubdit Lingkungan dan Bahan Berbahaya Direktorat PNK3, Kemnaker.

Dalam pemaparannya, Ahmad Rifai menjelaskan, bahwa manusia tidak bisa diubah, sudah menjadi nature dari manusia untuk melakukan kesalahan. Hanya matter of time sampai kesalahan itu akan dibuat. Yang bisa diubah adalah lingkungan tempat manusia itu bekerja. Dalam hal ini keilmuan dari K3 yang melakukan itu. Konsepnya bukan lagi pekerja tidak melakukan kesalahan, tetapi pekerja pasti melakukan kesalahan.

Dalam satu kecelakaan pesawat, risiko kerugian bisa mencapai angka lebih dari dua trilyun rupiah yang kita tanggung. Risiko ini harus kita cegah melalui program-program K3 dan keselamatan bandara.

Target terus bertambah, maka mitigasi harus diperkuat. Kita juga memiliki 5.883 pegawai di 14 cabang yang harus dilindungi. Kita punya sekitar 4.800.000 m2 runway, apron, taxiway yang harus dipelihara dan sekitar 4.700 hektar tanah yang harus dikelola.

Baca Selanjutnya