KELISTRIKAN : Hebat, Paiton Raih Proper Emas!

Listrik WEB 66BERHASIL MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP. MAKA, PATAHLAH ANGGAPAN BAHWA BATUBARA TIMBULKAN POLUSI.

Sulit, teramat sulit untuk menggeser stigma masyarakat tentang keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Di mana, PLTU dianggap hanya akan mengotori lingkungan lantaran menggunakan bahan baku batubara yang berpotensi menimbulkan pencemaran. Begitu pula dengan PLTU Paiton yang berjuang membuktikan diri bahwa stigma polusi tidak benar adanya. Pada akhir­nya, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang mengelola PLTU Paiton Unit 1 dan 2 di Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mewujudkan impiannya. Sekadar diketahui, Proper Emas merupakan penghargaan tertinggi dan terbaik bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang peduli terhadap lingkungan. Pada 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan 19 perusahaan sebagai penerima penghargaan Proper Emas dan 150 perusahaan sebagai penerima penghargaan Proper Hijau, sedangkan 1.486 perusahaan mendapat peringkat Biru, 130 perusahaan berperingkat Merah, dan 1 perusahaan berperingkat Hitam.

Pencapaian tersebut merupakan buah manis dari penantian panjang PJB selama 13 tahun. Di mana, selama kurun waktu tersebut, PLTU dengan total kapasitas 800 megawatt (MW) itu, senantiasa mengikuti ajang penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup. Sejak 2004, pembangkit PJB pernah memperoleh beberapa kali Proper Biru dan Hijau untuk sejumlah pembangkit yang dikelola perseroan. Hingga akhirnya mendapatkan Proper Emas.

Banyak hal dilakukan PLTU Paiton untuk menjaga lingkungan, salah satunya dengan berinvestasi  puluhan miliar rupiah untuk membeli mesin penangkap debu. Cara ini terbukti efektif, di mana debu bisa diminimalisasi penyebarannya. Bukan itu saja, PLTU Paiton juga menjaga mesin-mesin pembangkitnya bekerja optimal. Meski usia perusahaan mencapai 24 tahun, namun hasilnya sangat membanggakan. Tentunya, hal ini bisa terjadi karena mesin-mesin yang ada dirawat dengan seksama.

Baca Selanjutnya