LAPORAN UTAMA : Meretas Asa ISO 45001

Ilus LAPUT 67BANYAK ASA MUNCULNYA STANDAR MANAJEMEN K3 ISO 45001 LEBIH BERDAMPAK PADA TATANAN IMPLEMENTASI K3. PENYEMPURNAAN DARI OHSAS 18001 INI DIHARAPKAN MAMPU MEMBERIKAN PERUBAHAN YANG SIGNIFIKAN PADA PELAKSANA, BUKAN LAGI PADA AUDITOR.

Nampaknya standar keselamatan dunia sudah mulai berbenah. Para penerbit standar keselamatan internasional sepertinya menyadari peningkatan aspek safety sejalan dengan perkembangan teknologi, tatanan sosial, observasi lapangan dan kasus-kasus kecelakaan yang terjadi selama ini. Standar manajemen K3 baik bersifat lokal maupun bertaraf internasional pun diterbitkan oleh negara mapun lembaga.

Masyarakat Indonesia sudah mengenal standar manajemen K3 SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang merupakan salah satu contoh standar yang diterbitkan oleh negara (Indonesia) yang diperlakukan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Atas peraturan ini negara mewajibkan semua perusahaan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja 100 orang lebih atau berisiko menerapkan SMK3 bersertifikat.

Standar manajemen K3 dunia berkelas internasional maupun lokal lain bermunculan dan mewarnai dinamika K3, seperti ISRS – 1976 / ISRS – 2018 merupakan standar manajemen K3 yang dibuat tahun 1976 oleh Frank Bird di Atlanta – Amerika Serikat, yang merupakan pionir dalam pembuatan SMK3 di dunia ini. Dimana ISRS (International Safety Rating System) dibuat dari hasil studi terhadap 1,75 juta kecelakaan kerja yang terjadi di dunia Industri Baja Amerika Serikat. Versi terakhir dibuat di tahun 2018 ini dengan perubahan nama menjadi International Sustainability Rating System.

Di tahun yang sama yakni 1996 Inggris menerbitkan standar BS 8800 – 1996 / BS 8800 – 2004 merupakan standar manajemen K3 yang dikembangkan atau direvisi di tahun 2004. BS singkatan dari British Standard. Kemudian muncul NOSA Integrated 5 Star SHE System merupakan standar K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup) atau SM-K3LH (SHE-MS) yang dibuat tahun 1980-an oleh NOSA (National Occupational Safety Association) Afrika Selatan. Dimana SM-K3LH ini banyak digunakan di dunia Industri Tambang Mineral dan Batubara.

Tak mau ketinggalan APOSHO (Asia Pacific Occupational Safety and Health Organization) yang merupakan organisasi K3 Asia Pasi­fik pada tahun 2.000 mengeluarkan APOSHO Standard 2000. Satu tahun berikutnya, 2001, ILO (International Labour Organization) mengeluarkan standar manajemen K3 yang diberi nama ILO OSH 2001.

Di tahun yang sama 2001, Negara Australia dan Selandia Baru mengeluarkan standar AS/NZS 4801 – 2001 yang umumnya diterapkan oleh perusahaan-perusahaan berasal dari kedua Negara tersebut. Safety MAP (Safety Management Achievement Program) merupakan standar manajemen K3 yang dirancang oleh Organi­sasi Work Safe Australia dalam rangka mendukung perusahaan-perusahaan mening­katkan kemampuan mereka untuk mengelola K3 mereka. Ia merupakan versi yang dipergunakan oleh Negara bagian Victoria dalam mengimplementasikan AS/ANS 481.

Baca Selanjutnya