KELISTRIKAN: Jalan Panjang meraih Proper Emas

2. Kelistrikan 69SETAHAP DEMI SETAHAP, PEMBUKTIAN DILAKUKAN. HASILNYA, KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP (KLHK) MENYEMATKAN PENGHARGAAN TERTINGGI.

IP-PLNKehadiran pembangkit listrik di sebuah daerah, di satu sisi ada yang setuju namun di sisi lain, ada pula penolakan. Tak bisa dipungkiri, pro dan kontra akan terjadi, manakala  akan dihadirkan proyek seperti itu. Segolongan masyarakat menolak, sementara yang lainnya menyetujui. Beragam alasan dikemukakan, termasuk salah satunya perihal perusakan alam. Khususnya di Bali, yang dikenal sebagai daerah wisata dan sangat menjaga orisinalitas alamnya. Di sinilah, problema muncul. Namun dari sini pula, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali (IP UP Bali) menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, salah satu lini mereka yakni perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran, memperoleh Proper Emas.

Kehadiran PLTDG Pesanggaran, berhasil menggelorakan kehidupan masyarakat sekaligus tidak merusak alam disekitarnya Di sisi lain, Proper Emas juga sebagai pembuktian internal bahwa perusahaan telah melakukan sistem kerja yang efisien dan ramah lingkungan. Sekedar info, Proper adalah program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang dikembangkan KLHK sejak tahun 1995, untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya. Dari penilaian Proper, perusahaan akan memperoleh citra/reputasi sesuai pengelolaan lingkungannya. Citra tersebut dinilai dengan warna emas, hijau, biru, merah dan hitam. Proper Emas merupakan hasil penilaian peringkat Proper yang terbaik, artinya perusahaan tersebut sudah menerapkan pengelolaan lingkungan dan mampu mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

Tentunya bukan hal mudah untuk mendapatkan Proper Emas. Di sana, ada beragam persyaratan yang harus dilalui. Seperti dikatakan Wayan Sukerena, selaku Supervisor Senior K3L IP UP Bali, pihaknya diseleksi sama seperti perusahaan lain, dimana harus ada personel, anggaran, fasilitas dan obyek. Dijelaskannya, penambahan personel akan terjadi di setiap tingkatan Proper, seperti Proper Emas misalnya, maka jumlah personel ditambah agar perusahaan memiliki program CSR yang kuat sebab ada  beberapa penilaian yang harus dilewati, seperti Keanekaragaman Hayati, Sistem Manajemen Lingkungan, 3R Limbah Padat Non B3, 3R Limbah B3, Konservasi Penurunan Beban Pencemaran Air, Penurunan Pencemaran Udara, dan Efisiensi Energi.

Baca Selanjutnya