LAPORAN UTAMA: GERAKAN PENYADARAN PENTINGNYA K3

1. WEB Laporan Utama 69BULAN K3 NASIONAL 2019 MEMBAWA MISI KEMANDIRIAN MASYARAKAT MEMBUDAYAKAN K3 DAN MENGANGKAT PERAN K3 DALAM MENINGKATKAN EKONOMI PERUSAHAAN YANG BERUJUNG PADA STABILITAS EKONOMI SECARA NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT. SAMPAI DIMANAKAH KEMANDIRIAN ITU DICAPAI, SEMENTARA MASIH BANYAK PERUSAHAAN YANG MENYANDINGKAN K3 DENGAN UNTUNG DAN RUGI.

Tema Bulan K3 Nasional yang diangkat pemerintah tahun ini adalah “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional”. Diharapkan agar urusan K3 diarahkan kepada kemandirian dari semua pihak dan dapat diterapkan di mana saja.

Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 12 Januari–12 Februari setiap tahun ini, pemerintah berharap semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya penerapan K3 di lingkungan usahanya. Nilai tawar yang diberikan adalah adanya peningkatan produktivitas pegawai dan kinerja perusahaan. Meningkatnya produkvitas dan kinerja perusahaan ini sejalan dengan peningkatan keuntungan. Menyoal tema tersebut, di satu sisi sangat baik karena ada penekanan dari aspek pertumbuhan usaha (business growth), di sisi lain kesadaran dari aspek usaha, sebut keuntungan, ternyata masih sedikit perusahaan yang memahaminya, bahkan perusahaan-perusahaan besar pelat merah pun terlambat menyadarinya. Sasaran pemerintah dari tema tahun ini sebenarnya mendorong kesadaran perusahaan melalui pendekatan ekonomi. Tantangan yang dihadapi pemerintah adalah meyakinkan perusahaan bahwa K3 itu menguntungkan, sementara paradigma sebagian besar masyarakat industri masih memandang K3 adalah cost.

Peringatan Bulan K3

Puncak kegiatan peringatan Bulan K3 Nasional 2019 diadakan di Istora Senayan, 15 Januari 2019, dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Dalam sambutannya Hanif menyampaikan bahwa angka kecelakaan kerja menunjukkan tren yang meningkat. Pada tahun 2017 angka kecelakaan kerja yang dilaporkan sebanyak 123.041 kasus, meningkat di sepanjang tahun 2018 mencapai 173.105 kasus. “Untuk itu perlu gerakan yang lebih masif tentang kampanye penyadaran pentingnya K3,” tegas Hanif Dhakiri. Pada kesempatan yang sama,  BPJS Ketenagakerjaan menye­rahkan secara simbolis bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan pada sektor konstruksi yaitu PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya dengan total 450 paket APD yang terdiri dari sepatu boot, helm proyek dan sarung tangan kerja. Paket APD tersebut langsung diserahkan secara simbolis oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenaga­kerjaan Krishna Syarif.

Baca Selengkapnya.