OPINI: Kampanye dan Kemandirian Berbudaya K3

5. Opini 69TAHUN POLITIK BANYAK PARA POLITISI RAMAI BERKAMPANYE. ATRIBUT KAMPANYE BERTEBARAN DI MANA-MANA. LALU, BAGAIMANA KALAU K3 BERKAMPANYE? TERNYATA UNGKAPAN KAMPANYE INI JUGA SUDAH DIKONSEPKAN PARA PENDAHULU MELALUI KEPMEN NO. 13 TAHUN 1984 TENTANG BULAN KAMPANYE K3 NASIONAL.

Bagi perusahaan, Bulan K3 Nasional selalu diperingati dengan berbagai acara. Mulai dari lomba, seminar sampai penghargaan. Peringatan itu merupakan representasi dari Kepmenaker 386 Tahun 2014 tentang Bulan K3 Nasional. Peringatan menjadi momentum untuk melakukan gerakan bersama tentang makna penting ber-K3. Pekerja diajak untuk mengingat kembali, meningkatkan adrenalinnya dalam pelaksanaan K3.

Saat ini jagad K3 banyak diisi acara dalam tema yang sama yakni Budaya K3. Pengaruh dari tema nasional, atau karena memang lagi ngetren. Tentu banyak pertanyaan yang muncul, seperti apa itu budaya K3, apa maksudnya, seberapa penting budaya K3 atau bagaimana mewujudkannya, dll. Banyak teori yang dijadikan acuan atau mencoba mereka-reka dalam satu teori yang memunculkan modul-modul baru, padahal dari dogma yang sama. Tapi, menarik juga untuk dicermati adalah seberapa besar pengaruh fasilitas teknologi yang disebut dalam era revolusi industri 4.0 ini memiliki pengaruh pada teori-teori budaya sebelumnya. Dalam era 4.0 ini lebih berorientasi pada teknologi informasi yang memanfaatkan peralatan teknologi serba cepat dan tentu paperless. Perangkatnya pun melekat dalam aktifitas sehari-hari sebagian besar masyarakat kita. Bagaimana kaitan era 4.0 dan kampanye K3 di tengah arus deras isu hedonitis dan politik saat ini.

Bulan Kampanye

Sejak awal Bulan K3 ini diluncurkan (1984), sejatinya konsep pemerintah waktu itu adalah Bulan Kampanye K3 yang dilakukan sebulan penuh. Artinya perusahaan dan instansi lain diminta untuk mengampanyekan K3 ke internal perusahaan maupun ke ruang publik (masyarakat umum) sebulan penuh. Genderang Bulan K3 yang setiap tahun kita peringati ini ternyata dimulai oleh pemerintah melalui program kampanye.

Mengapa kampanye? Karena K3 memerlukan kampanye. Kampanye seperti yang dilakukan politisi akhir-akhir ini adalah mengenalkan diri dan programnya. Sama seperti K3 memerlukan pengenalan diri dan programnya. Banyak diantara kita, kaum pekerja, usahawan yang masih belum mengenal K3, apalagi programnya. Jadi jelas bahwa para pendahulu kita sudah memikirkan tentang bagaimana cara agar K3 itu diterima masyarakat industri, yakni melalui program kampanye. Persoalannya, apakah yang kita rasakan saat ini, pemerintah atau perusahaan fokus di kampanye. Sementara kalau kita cermati, kegiatan K3 selama ini lebih banyak di tataran pengetahuan (knowledge) untuk mengejar kompetensi. Maka yang marak adalah kegiatan pelatihan, workshop dan seminar. Secara tidak sadar mind set kita pun sudah terpola, fokus di peningkatan pengetahuan saja.

Masyarakat dikenalkan apa itu K3–dampak dari fungsi kampanye. Bisa dibayangkan, jika saja semua perusahaan selama sebulan penuh memeringati dalam bentuk kampanye–seperti yang sekarang sedang marak kampanye politik–akan menambah kuatnya pengaruh K3 di masyarakat. Selama satu bulan penuh umbul-umbul dan atribut kampanye lain, menghiasi kantor-kantor perusahaan, gedung-gedung perkantoran baik swasta maupun pemerintah. Satu sisi dari sekian sisi pelaksanaan K3 sudah bisa dilihat dan ini juga menjadi salah satu indikator keberhasilan memasyarakatkan K3 di ruang industri dan publik.

Baca Selengkapnya.