KESEHATAN: SEHAT DENGAN KONSUMSI RENDAH KARBOHIDRAT

12. Kesehatan 73PARA PENELITI MENEMUKAN MANFAAT DIET RENDAH KALORI DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN, ANTARA LAIN DAPAT MENCEGAH KERUSAKAN OTAK DI MASA TUA. SELAIN ITU, DIET RENDAH KALORI JUGA DAPAT MENGURANGI RISIKO TERKENA DIABETES, TEKANAN DARAH TINGGI, DAN KOLESTEROL TINGGI.

Wabah virus corona yang melanda dunia saat ini memaksa sebagian besar manusia untuk lebih banyak tinggal di rumah dan mengurangi aktivitasnya di lingkungan luar. Bila tidak berhati-hati, tinggal di rumah membuat masyarakat kurang gerak sehingga energi yang dikeluarkannya tidak banyak. Seharusnya pada situasi yang demikian dilakukan pengurangan konsumsi karbohidrat atau diet rendah karbohidrat agar tidak terjadi kelebihan di dalam tubuh.

Kelebihan karbohidrat di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak sebagai cadangan energi di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan, memperbesar risiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Karena itu, pada saat banyak tinggal di rumah harus diupayakan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat, dan lebih baik lagi dilakukan diet rendah karbohidrat. Diet rendah karbohidrat ternyata sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Para peneliti menemukan manfaat diet rendah karbohidrat dapat mencegah kerusahakan otak di masa tua, dapat mengurangi risiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Menurut penelitian yang dilakukan para peneliti di Stony Brook University di New York, kerusakan otak akibat penuaan dapat diperbaiki melalui perubahan pola makan. Menurut Lilianne R Mujica-Parodi, seorang professor Departemen Teknik Biomedis Stony Brook University seperti melansir The Guardian, beberapa waktu lalu, perubahan neurobiologis yang terkait dengan penuaan dapat dilihat pada usia yang jauh lebih muda, pada akhir 40-an. Dengan memeriksa hasil pemindaian otak, para peneliti menemukan, jalur saraf otak mulai memburuk pada akhir usia 40 tahun. Hal itu diyakini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun, bukan berarti hal ini tidak dapat diperbaiki atau dicegah. Menurut Mujica-Parodi, penelitian ini menunjukkan proses tersebut dapat dicegah atau dibalikkan dengan merubah pola makan. Terutama pola makan dengan meminimalkan konsumsi karbohidrat sederhana. Untuk memahami bagaimana diet memengaruhi penuaan otak, para peneliti mengamati orang-orang muda yang otaknya tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Hal itu adalah periode di mana pencegahan terhadap kerusakan otak di akhir usia 40 tahun mungkin paling efektif untuk dilakukan. Peneliti melakukan pemindaian otak pada hampir 1.000 orang yang berusia antara 18 sampai 88 tahun. Mereka kemudian menemukan kerusakan pada jalur saraf dipercepat tergantung dari mana otak mendapatkan asupan energinya. Dari hasil pemindaian tersebut, peneliti menemukan glukosa telah menurunkan stabilitas jaringan otak. Sementara ketone yang diproduksi oleh hati selama diet rendah karbohidrat dilakukan, justru membuat jaringan saraf otak lebih stabil.

Baca Selengkapnya.