KONSTRUKSI: KOMITMEN 'SAFETY FIRST' DAN ;ZERO ACCIDENT' DI 2019

2. Konstruksi 68KOMITMEN ‘BERUBAH’ DALAM IMPLEMENTASI K3 MEMBUAT JAJARAN MANAJEMEN PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK. MELAKUKAN BERBAGAI LANGKAH STRATEGIS. TERMASUK MEMASTIKAN DI TINGKAT OPERASI ATAU AREA KERJA MENJALANKAN KAIDAH-KAIDAH K3. KARENA, DI SINI PULA REPUTASI BISNIS KORPORAT DIPERTARUHKAN.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Waskita Karya) menjadi salah satu penyokong terbesar proyek pembangun­an jalan tol yang dicanangkan pemerintah. Jalan tol Trans Sumatera yang membentang dari Bakauheni hingga Palembang merupakan salah satunya. Untuk melihat langsung komitmen dan implementasi penerapan K3 di lapangan, tim KATIGA berkesempatan terbang ke Lampung. Berangkat dari Jakarta bersama Manajer QHSE Divisi V Arif Mahmudianto, tim kemudian disambut oleh Project Manager Yana Agustian di Bandara Radin Intan II menuju lokasi di desa Bandar Agung, Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Lampung yang telah ditunggu oleh jajaran manajemen dan pegawai Waskita Karya. Dalam suasana yang akrab, kami tenggelam dalam diskusi proses operasi proyek dan implementasi K3. Tak hanya diskusi, tim pun diajak meninjau langsung proyek tol Terbanggi Besar sampai Gunung Batin di Lampung ini.

“Jalan tol sepanjang 18 km ini rencana­nya selesai pada bulan September 2018 namun karena ada penambahan panjang mencapai 25 km, maka ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018. Sejauh pantauan pengerjaanya sudah mencapai 90 persen,” jelas Yana Agustian. Dengan adanya jalan tol ini diklaim mampu memangkas waktu dan jarak tempuh. Jika sebelumnya dari Terbanggi Besar sampai Gunung Batin ditempuh dalam waktu 1.5 sampai 2 jam maka dengan adanya jalan tol ini hanya butuh waktu 20 menit saja.

Hal yang menarik dalam proyek ini adalah zero accident dapat tercapai bahkan angkanya bisa mencapai 1.000 jam kerja sehingga PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Site Jalan Tol Terbanggi–Kayu Agung ini mendapat penghargaan zero accident dari Kemnaker. Secara khusus dalam penera-p­an safety, Waskita Karya melakukan implementasi dengan model pendekatan persuasif dari hati ke hati. Cara pendekatan ini menjadi kebijakan yang ditempuh oleh manajemen Waskita Karya agar makin dekat dengan para pekerja di lapangan. “Waskita Karya melakukan implementasi dan sosialisasi K3 melalui pendekatan personal atau pribadi agar langsung menyen­tuh para pekerja,” ungkap Yana Agustian. Kebijakan yang diterapkan ini pun membawa hasil memuaskan, dimana tingkat kecelakaan turun drastis bahkan sampai saat ini tidak sampai pada tingkat fatality.

.Baca Selengkapnya.