OPINI: UJIAN PERADABAN MANUSIA

4. Opini 73PANGGUNG KEHIDUPAN KALI INI DIISI DRAMA VIRUS CORONA YANG MEMBUAT MANUSIA TAK BERDAYA. KEMAMPUAN MANUSIA MENGHALAU VIRUS MELALUI TEKNOLOGI DIUJI. TAK HANYA KEMAMPUANNYA, DI PERTENGAHAN DRAMA INI PERADABANNYA PUN DIUJI MELALUI BERBAGAI  PERILAKU MANUSIA YANG JUSTRU MENURUNKAN NILAI PERADABAN.

Virus corona dengan model dan tipikal baru—berbeda dengan virus-virus sebelumnya, telah memorak-porandakan tatanan sosial yang selama ini kita yakini benar. Virus ini menjadi wabah yang menakutkan, tular menular antarmanusia tak terbatas, tak tersekat, dengan ancaman mematikan.

Agresivitas virus seolah tak bisa dibendung, menyerang siapa saja dan menembus negara mana saja. Manusia kaya miskin, tua muda, beragama tidak beragama, pedagang atau orang kantoran, ahli tidak ahli, semua dilibas! Virus ini seperti digerakkan oleh kecepatan cahaya, saat ini ada di China selang beberapa menit sudah berada benua Eropa, Amerika, Afrika, dst.

Profil SudirgoNegara maju dalam banyak hal, seperti Amerika pun babak belur dihajar makhluk kecil ini—hanya bisa dilihat dengan alat pembesar (microscope electron). Kabar terakhir, menyebutkan Amerika Serikat menduduki peringkat pertama terbesar yang terjangkit Covid-19, sebanyak 2.026.112 orang positif dan 113.050 korban jiwa dengan kematian antara 500 orang per hari. Negara adidaya itu jatuh dan terjerembab dengan jumlah penularan paling parah dengan korban meninggal paling banyak dibanding dengan negara-negara lain.

Tak hanya Amerika, negara yang terkenal dengan kebersihan, masyarakatnya berbudaya hygienist dan kesehatan yang sangat baik seperti Itali juga tak berdaya, ribuan orang menjadi korban. Contoh lain, seperti negara Arab Saudi, pusat religius Islam tak mau ambil risiko dan menutup semua jenis peribadatan yang berkumpul.

Aktivitas manusia dipaksa berhenti—setidaknya dibatasi. Ini menjadi pukulan yang mengagetkan, tak pernah terbayang sebelumnya. Kecemasan atas dampak wabah ini pun tak hanya masalah kesehatan dan ancaman kematian, tetapi kemudian meluas kepada aspek ekonomi, pendidikan, keagamaan, pemerintahan dan pangan. Dampak berbahaya adalah ketahanan ekonomi masyarakat yang bisa menjadi bom waktu pada relasi sesama.

Baca Selengkapnya.